Guru tanpa tanda jasa. Itulah slogan yang familiar dengan kita.

Hari Guru yang jatuh pada hari Jumat lalu (25/11) diperingati dengan khidmat dan meriah oleh semua warga Sekolah Islam Harapan Ibu. Upacara dilaksanakan untuk mengawali peringatan tersebut, dengan memakai baju batik bagi guru laki-laki, karyawan dan siswa-siswa, dan baju kebaya bagi guru perempuan, karyawan dan siswi-siswi. Selepas upacara diumumkannya guru terbaik dengan kriteria-kriteria penilaian yang sudah ditentukan oleh unit masing-masing.

Terpilihlah Ibu Anarita Sofiah (unit SD), Ibu Masruroh (unit TK), Bapak Suprianto (unit SMA) dan Ibu Endriarti Mangayusari (unit SMP).

Hal lain yang tak kalah menarik dari peringatan Hari Guru di sekolah Islam Harapan Ibu adalah setiap unit mengadakan potluck atau makan bersama dan mengundang guru-guru, para pimpinan, dan karyawan untuk mencicipi setiap makan yang disajikan di kelas masing-masing.

Terlepas dari itu semua , kami melakukan doa bersama untuk guru-guru dan para pejuang pendidikan yang sudah meninggal dunia. Doa khidmat itu dipimpin oleh Ustadz Ali yang kesehariannya wali kelas di kelas 4 dan memegang bidang studi Al Quran dan Agama.

Ya Allah ,,,atas ilmu yang selalu diberikan guru-guru kami, Jadikanlah beliau-beliau tauladan untuk banyak orang. Permudahlah amalan jariyah, ilmu yang bermanfaat dan do’a-do’anya. Ya Rabb ,,,hingga kelak akan menjadi tambahan pahala untuk beliau, hati kami dalam menyikapi jalan yang telah Engkau tentukan ,,,Aamiin Ya Robbal’aalamiin. (Imas Ch)