Resume Worksheet Kegiatan Wisata Edukasi

SMP ISLAM HARAPAN IBU Goes to DIENG

oleh :

RANGGA SAPUTRA (Siswa Kelas 9.a SMP ISLAM HARAPAN IBU)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Wisata Dieng Tour I

Petak 9 Sidengkeng

  1. Gambaran Bentang alam secara geografis & jenis flora yang ada di Petak 9 Sidengkeng :

Secara Geografis, letak Puncak Bukit Sidengkeng sekitar 2100 mdpl. Sama dengan halnya Dieng merupakan Dataran tinggi yang tertinggi dan ke-2 di dunia sebelum Nepal yang berada di posisi dataran tinggi yang tertinggi dan pertama di dunia. Di Bukit Sidengkeng, Dieng diatas puncaknya itu kita bisa melihat pemandangan berupa Telaga yang berwarna yang sering disebut Telaga Warna. Telaga tersebut merupakan kawah aktif di Dieng. Di Bukit Sidengkeng, terdapat flora alam seperti rumput, pepohonan bambu, bunga matahari yang jumlahnya gak terlalu banyak, dan beberapa jenis pohon berbuah disana.

Batu Pandang Ratapan Angin

  1. Makna yang terkandung dari objek Batu Pandang Ratapan Angin :

Kita bisa melihat betapa indahnya pemandangan alam di Dieng dengan kita pergi ke daerah bebatuan tinggi di Batu Pandang Ratapan Angin tersebut. Disana saya bisa melihat aktivitas penduduk yang setiap hari menanam dan bertani kentang dan buah yang khas dan terkenal di Dieng yaitu buah Carica. Para penduduk yang rajin bekerja dan membuahkan hasil panen yang melimpah dengan halnya saya bisa melihat langsung disana. Batu Pandang Ratapan Angin merupakan tempat spot view yang bisa dijadikan tempat wisata edukasi, kita mempelajari alam sekitarnya dan melihat aktivitas penduduk disana.

Telaga Warna dan Telaga Pengilon

  1. Telaga Warna dan Pengilon memiliki ciri khas berupa gradasi warna yang dapat berubah-ubah warnanya, Kenapa Telaga tersebut bisa berwarna ?

Telaga Warna merupakan kawah aktif yang berada di Dieng dan merupakan Telaga yang bisa berubah-ubah warnanya dan diakibatkan oleh faktor alam, cuaca, teriknya cahaya matahari, dan belerang. Warna tersebut didominasi oleh warna hijau, biru, kuning, dan yang bagus ketika warnanya kuning ke orange-orangenan bahkan kemerah-merahan dan banyak letupan-letupan yang berasal dari gas belerang. Telaga Pengilon merupakan telaga yang sering disebut Telaga Cermin dikarenakan nama Pengilon berasal dari bahasa Jawa yang berarti cermin. Perbedaan Telaga Warna dan Pengilon adalah dikarenakan berbeda warna airnya, pembiasan cahaya, dan makhluk hidup yang tumbuh disekitarnya.

Bukit Sidengkeng

  1. Mengapa Bukit Sidengkeng diberi nama Petak 9 ?

Karena Bukit Sidengkeng merupakan dataran tinggi di Dieng yang tingginya sekitar 2100 mdpl. Disana kita menapak dengan berjalan kaki menanjak sekitar 200 langkah dan di puncak bukit tersebut kita bisa melihat pemandangan Telaga Warna, Pegunungan Prambanan, Sindoro, Prau, dan Bukit Sikunir. Melihat pemandangan diatas bukit bukanlah hal yang biasa, sangat-sangat luar biasa indahnya adalah ciptaan sang kuasa, Allah SWT.

Dieng Plateau Theater

  1. Sinopsis Film di Dieng Plateau Theater :

Dieng secara geografis terletak pada central Pulau Jawa dan juga merupakan sumbu porosnya dataran tinggi Pulau Jawa. Dieng merupakan dataran tinggi ke-2 di dunia sebelum dataran tinggi pertama di dunia di Nepal. Ketinggian di Dieng kira-kira lebih dari 2063 mdpl. Kawasan gunung api yang masih aktif di Dieng yaitu Gunung Api Purba Dieng. Tipe letusan di gunung api Dieng yaitu amblas/patahan. Gas-gas beracun di Dieng Karbon monoksida (CO), dan Belerang (Sulfat). Di Dieng terdapat kawah belerang yang masih aktif yaitu Kawah Sikidang yang merupakan kawah air panas dan mengandung belerang. Pengambilan air untuk anak berambut gembel dari Goa Sumur, namanya Tirta Prawitasari. Bahwa anak yang berambut gembel (gimbal) itu rambutnya tumbuh dengan sendirinya. Menurut keyakinan, orang di Dieng yang berambut gembel tersebut mempunyai pengasuh selain orang tuanya sendiri. Dan untuk pemotongan rambut anak tersebut harus dituruti permintaannya dengan maksud meminta dibelikan sesuatu sesuai permintaannya, seakan-akan bukan anaknya sendiri yang meminta permintaan tsb dan sudah merupakan tradisi sejak dulu dan sampai sekarang.

Wisata Edukasi Dieng Tour II

Kawah Sikidang

  1. Kawasan bentang alam secara geografis yang ada di Kawah Sikidang :

Bentang alam disana ketinggiannya sekitar 2000 mdpl dan banyak kawah air panas dan saya bisa merasakan kawasan berbau belerang disana. Saya dan kawan-kawan lainnya menanjak sekitar 100 langkah menuju puncak Kawah Sikidang tersebut. Banyak sekali penduduk yang berdagang disekitar jalan menuju ke kawah tersebut dan telor bisa matang dengan hanya dikubur ditanah kawah panas belerang tsb.

komplek Candi Arjuna

  1. Kawasan 3 Kelompok candi yang berkumpul dalam satu komplek candi dan keunikan dari candi-candi tersebut :

Terdapat 5 jumlah candi yang berkumpul dalam 1 komplek Candi Arjuna                   Keunikan 5 Candi di Dieng yang berkumpul dalam satu komplek :

Candi Arjuna, merupakan candi tertua di Dieng dan bangunannya kokoh sampai sekarang. Candi Srikandi, merupakan candi yang disetiap dindingnya terdapat relief gambar dewa-dewa penghuni candi tersebut.                                                                                           Candi Putadewa, merupakan candi yang bangunannya termuda dan kokoh dibangun oleh bangsa Syailendra.                                                                                                            Candi Bima, merupakan candi yang struktur bangunannya paling besar dan kokoh.               Candi Kecil (Pendopo), adalah candi yang kecil yang terdapat disekitar komplek candi Arjuna.

aktivitas vulkanis

  1. Proses terjadinya aktivitas vulkanis di Kawah Sikidang, Dieng :

Terjadinya aktivitas kawah vulkanis tersebut di akibatkan karena kawah uap air panas meluap-luap dan mengakibatkan kawah itu aktif dan berbau belerang. Kawah tersebut bisa mematangkan telor ayam maupun bebek dan kita hanya menguburnya di tanah sekitar kawah tersebut.

Candi Gatot Kaca

  1. Sejarah berdirinya Candi Gatot Kaca :

Candi Gatot kaca adalah salah satu candi Hindu yang berada di Dataran Tinggi Dieng, Provinsi Jawa Tengah. Candi ini terletak di sebelah barat Kompleks Percandian Arjuna, di tepi jalan ke arah Candi Bima, di seberang Museum Dieng Kailasa. Nama Gatot kaca sendiri diberikan oleh penduduk dengan mengambil nama tokoh wayang dari cerita Mahabarata. Candi Gatot kaca berdenah bujur sangkar dengan pintu berada pada dinding sisi barat. Pada ketiga sisi dinding yang lain terdapat relief berhias kala-makara.

Museum Kailasa

  1. Setelah mengunjungi Museum Kailasa. Tuliskan keragaman kesenian, kebudayaan yang tumbuh di masyarakat Dieng :

Masuk ke dalam bangunan ini, pengunjung akan menemukan berbagai arca, mala, makara, kemuncak atau atap candi, lingga dan yoning, tungku untuk menaruh sesaji, nandi atau tunggangan Dewa Syiwa dan Dewi Durga yang bertubuh singa dan berkepala sapi, mahakala, batu penutup, kinara kinari (mahluk khayangan), dan siva trisirah atau Dewa Syiwa yang memiliki tiga wajah.

Semua benda yang disimpan di bangunan pertama merupakan bagian dari candi-candi yang ada di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Benda-benda tersebut disimpan di museum ini demi alasan keamanan atau tidak ditemukan posisinya dalam sebuah bangunan candi.

Sementara, bangunan kedua diresmikan pada tanggal 28 Juli 2008 oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saat itu, Jero Wacik. Di ruangan ini, tersimpan koleksi yang lebih beragam.

Pengunjung dapat mengetahui sejarah terbentuknya Dataran Tinggi Dieng setelah letusan Gunung Prahu Tua, sumber batu andesit (batu yang digunakan dalam pembuatan candi) yang ada di Dataran Tinggi Dieng, serta sistem kepercayaan masyarakat Dieng.

Di bangunan ini juga disajikan informasi mengenai keragaman kesenian dan kebudayaan yang tumbuh di masyarakat Dieng, dan perihal anak berambut gimbal. Di sini juga terdapat sebuah ruang untuk menonton film. Film yang diputar di sini menceritakan keseharian masyarakat Dieng.