Wisata Edukasi mengunjungi kompleks Candi Arjuna dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Februari 2018. Selain dapat menikmati keindahan candi, siswa juga diberikan pengetahuan mengenai bagian-bagian dan sejarah ditemukannya Candi. Kompleks Candi Arjuna terletak di Desa Dieng Kulon, dengan luas 1 hektare. Pertama kali kompleks candi ini ditemukan oleh Theodorf Van Elf pada Abad ke 18. Awalnya kompleks candi ini masih tergenang oleh air, namun pemerintah Belanda membuat beberapa sumur untuk mengeringkan kompleks tersebut. Selain candi Arjuna didalam kompleks ini terdapat empat candi lain , yaitu candi Semar, candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra.Candi Semar merupakan tempat berkumpul atau menunggu para umat sebelum melakukan sembahyang di candi Arjuna. Candi ArjunaPuntadewa dan Sembadra digunakan untuk menyembah dea Syiwa sedangkan candi Srikandi digunakan untuk menyembah dewa Trimurti (Syiwa, Brahma dan Wisnu). Kompleks candi Arjuna digunakan untuk tempat pelaksanaan ruwatan anak gimbal. Anak gimbal adalah salah satu hal yang disakralkan oleh penduduk Dieng. Anak bukan sejak lahir berambut gimbal tetapi karena si anak sakit panas berhari-hari dan tiba-tiba rambutnya berubah menjadi gimbal. Jika tidak dipotong pada saat ruwatan , maka anak tersebut akan sakit yang tak kunjung sembuh.