Selasa tanggal 7 Agustus 2019, SMP Islam Harapan Ibu mengadakan Workshop yang di isi oleh Nan jombang Dance Company . Nan Jombang Dance Company berdiri sejak 1983 dipimpin oleh Ery Mefri. Bersama Nan Jombang Dance Company Ery Mefri memproduksi karya-karya tari modern yang mendasarkan diri pada tradisi Minangkabau. Kelompok ini telah berpentas di berbagai acara seni berskala nasional maupun internasional, antara lain, American Dance Festival di Durham, Carolina Utara dan New York, Amerika Serikat (1994), Contemporary Dance Festival di STSI Padang Panjang (1995); juga menyelenggarakan Forum Kerja Koreografer 3 Negara: Indonesia, Amerika dan Korea Selatan (2000), dan pentas keliling Tarian Malam di Singapura, Australia dan Amerika Serikat (2012). Pada 2008, Ery Mefri mendapat penghargaan Tuah Sakato dari Gubernur Sumatera Barat, sebagai seniman yang total dan mengabdi untuk kemajuan kesenian dan kebudayaan Sumatera Barat. Ery Mefri dan Angga Djamar adalah salah satu pendiri Koalisi Seni Indonesia.

Dalam workshop ini siswa mula-mula dikenalkan mengenai sejarah dan asal usul berdirinya Nan Jombang dance Company. Kemudian siswa diajak melakukan gerakkan pemanasan supaya tidak terjadi kram atau keseleo, sebelum dipraktekkan beberapa gerakan dasar dari tarian yang merupakan perpaduan antara gerakan tari dan gerakan silat. Siswa juga diperbolehkan mencoba celana yang biasa dipakai oleh penari nan Jombang yaitu celana galembong. Celana ini jika ditepuk dapat menghasilkan bunyi sehingga dapat mengiringi musik tarian ini.

Workshop ini cukup menarik perhatian siswa dan siswi, karena gerakan yang dilakukan bukan gerakan yang gemulai, namun gerakan yang energik. Siswa juga antusias mecoba celana galembong serta beberapa gerakan yang cukup sulit dari tarian nan jombang. Alhamdulillah workshop berjalan dengan lancar. Kami berharap dengan diadakan workshop ini bisa menambah pengetahuan siswa mengenai tarian adat yang ada di Indonesia. Kami juga berharap siswa dapat menambah kecintaan terhadap budaya bangsa sehingga dapat terus melestarikannya. -endah murdiyani-